Selasa, 13 Desember 2011

Reportase: LKMM Pra-TD "Talk with More Effective"


Hari Sabtu yang lalu saya menerima sebuah materi mengenai Berbicara Efektif. Materi ini disampaikan oleh Mbak Ikka Ayu (Mahasiswa SI 2008). Disini keaktifan peserta akan dinilai. Pertama kita diajak untuk mendefinisikan apa itu berbicara. Berbicara itu dapat disamakan dengan berkata, bercakap, melahirkan pendapat, dan berunding. Sedangkan efisien adalah dapat membawa hasil atau pengaruh. Saya mendapat kesimpulan kalau berbicara efisien itu adalah menyampaikan sesuatu secara lugas dan dapat menimbulan pengaruh. Seperti biasa banyak peserta yang mengangkat tangan untuk menyampaikan pendapatnya. Saya pun tidak mau kalah.

Ada satu hal yang ingin saya bahas dari materi kali ini, ternyata dalam berbicara kita harus memperhatikan hal ini, yaitu terima dan tanggap. Terima bisa saya definisikan bahwa orang tersebut mampu menerima masukan apabila ada kesalahan dalam berbicara, sedangkan tanggap maksudnya adalah dia mampu memberikan feedback dari masukan yang telah diberikan tersebut. Jadi saya menyimpulkan berbicara bukan hanya sekedar menyampaikan, tetapi juga ada proses menerima dan tanggung jawab dalam melakukannya.
Kiat agar kita mampu berbicara efektif diantaranya, kita mampu mengungkapkan perasaan menggunakan cara. Maksudnya adalah kita bisa ekspresif dalam berbicara, tidak datar agar orang lain lebih memahami maksud pembicaraan kita. Berkaitan dengan hal ini, kita juga harus mampu menyesuaikan bahasa verbal dan non-verbal, misal kalau kita sedang marah tunjukkan ekspresi marah seperti melotot atau memukul meja agar orang lain mengerti ketika itu kita sedang marah.
Dalam materi ini kami melakukan simulasi, dibentuk sebuah tim yang nantinya akan mengajukan perwakilan untuk memperagakan kasus yang diberikan. Teman saya ada yang berperan sebagai dokter yang harus menyampaikan kondisi buruk pasiennya kepada keluarga, ada yang menjadi sales, ada pula yang menjadi aktivis. Ternyata kesulitan utama yang kita hadapi ketika berbicara hampir sama semua, yaitu kurang menguasai materi.  Ada ungkapan yang mengatakan "Tanpa adanya persiapan berarti kita telah siap untuk gagal". Oleh karena itu sukses akan diperoleh hanya lewat satu cara, yaitu punya persiapan yang matang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar